Mengaku Wartawan, 2 Orang Ini Sering Minta Fasilitas ke Pengusaha

oleh
2 orang wartawan gadungan menggunakan Kartu Tanda Pengenal (KTA) palsu yang sering minta fasilitas ke pengusaha karaoke. (sindo)

Patrolmedia.co.id, Semarang – Dua orang wartawan SINDO Weekly gadungan Andri K dan Pramu S diamankan sejumlah awak media di salah satu ruangan di Manspace Executive Karaoke, Metro Square Blok B1-2, Semarang, Rabu malam (6/9/2017).

Keduanya diamankan oleh sejumlah wartawan yang biasa meliput di Semarang karena dianggap meresahkan sejumlah pihak. Bahkan saat diamankan salah satu dari mereka terlihat mengenakan seragam lama SINDO Weekly berikut ID Card.

Damar Sinoko wartawan Trans 7 Biro Jateng mengatakan, awalnya keduanya sering minta fasilitas karaoke di Manspace dengan mengaku sebagai wartawan SINDO Weekly. Namun karena seringnya mereka karaoke sehingga pada akhirnya motor milik salah seorang dari mereka disita oleh pihak manajemen Manspace sebagai jaminan karena memiliki utang di tempat karaoke tersebut hingga jutaan rupiah.

Kemudian, salah satu dari mereka menulis surat menyatakan jika motor yang disita akan digunakan untuk kegiatan SINDO Weekly di Semarang.

“Ini yang membuat kita (awak media) di Semarang bertanya-tanya. Lalu kita coba mengontak rekan-rekan MNC Media Grup yang bertugas di Semarang. Ternyata rekan-rekan di MNC Media tidak kenal dengan kedua orang yang mengaku wartawan SINDO Weekly ini,” timpal Damar saat dihubungi SINDOnews, Rabu malam (6/9/2017).

Damar juga menjelaskan saat ditanya, keduanya mengaku mendapat Id Card dan surat tugas dari Agung Panca yang mengaku sebagai salah satu pimpinan SINDO Weekly di Jakarta.

Damar pun menyerahkan sepenuhnya hal ini ke pihak manajemen SINDO Weekly apakah akan menempuh jalur hukum terhadap keduanya atau tidak.

Sementara Pemimpin Redaksi SINDO Weekly Nevy Hetharia saat dihubungi SINDOnews menyatakan tidak ada wartawan SINDO Weekly yang bertugas di Jawa Tengah atas nama keduanya. Selain itu SINDO Weekly tidak memiliki wartawan atau perwakilan di daerah.

“Kalau dilihat dari Id Card dan bajunya jelas keduanya bukan merupakan wartawan SINDO Weekly. Sehingga kepada aparat keamanan diimbau melakukan langkah hukum jika ada yang mengaku sebagai wartawan SINDO Weekly. Masyarakat juga perlu waspada jika ada yang mengaku-ngaku sebagai wartawan SINDO Weekly,” tandas Nevy.

 

 

 

 

sindonews.com