Stok Air Kian Menipis, Suplai Air ke Pelanggan Bakal Digilir per 15 Maret

Area pengolahan air baku di Waduk Duriangkang yang kian menyusut akibat kemarau panjang. (Foto: Ist)
Area pengolahan air baku di Waduk Duriangkang yang kian menyusut akibat kemarau panjang. (Foto: Ist)

Patrolmedia.co.id, Batam – Stok air baku untuk kebutuhan warga Batam kian menipis alias terancam krisis air. Hal ini disebabkan kemarau panjang sejak awal 2020 hingga saat ini.

Solusinya, PT. Adhya Tirta Batam (ATB) bakal melakukan penggiliran suplai air dengan mengabstraksi air baku Waduk Duriangkang melalui 3 Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Diantaranya IPA Duriangkang, dengan kapasitas 2.200 liter perdetik. IPA Tanjungpiayu dengan kapasitas 200 liter perdetik.

Air baku dari Waduk Duriangkang juga dialirkan ke IPA Mukakuning sebesar 300 liter perdetik.

“>Waduk ini melayani 80% kebutuhan masyarakat kota Batam. Sehingga, total pelanggan yang mendapat suplai air dari Waduk Duriangkang adalah sekitar 228.900 sambungan.

Per tanggal 5 Maret 2020, penyusutan volume air baku di Waduk Duriangkang telah mencapai minus 3,06 meter dari permukaan bangunan pelimpah.

BP Batam memutuskan melakukan penggiliran (Rationing) di waduk Duriangkang.