Proyek RKB Sekolah di Solok Diduga Tak Sesuai Spek dan Sarat Korupsi

oleh
Meja dan kursi merek Traforka diharuskan membeli ke PT Araputra Fortuna Perkasa (AFP) menggunakan sistem E Catalogue. Proyek ini diduga tak sesuai spek dan sarat korupsi. (Foro: dok)

Patrolmedia.co.id, Solok – Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Sekolah di Solok diduga tak sesuai spek.

Pembangunan RKB berupa meja dan kursi yang dianggarkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Solok itu, sarat dengan Korupsi.

Khususnya pembelian perabot (mobiller) sekolah kursi dan meja belajar siswa untuk sejumlah SD dan SMP di Solok yang mana pertanggungjawabnya diserahkan kepada Kepala Sekolah.

Anehnya, belanja barang mobiler itu diharuskan membeli ke PT Araputra Fortuna Perkasa (AFP) dengan merek produk Traforka menggunakan sistem E Catalogue. Sehingga, hal ini menimbulkan kecurigaan.

Seperti di SD 14, Kelurahan Laing Solok, sampai hari ini Kepala Sekolah SD 14 Laing bersama pelaksana kegiatan pembangunan RKB sangat meragukan mobiller tersebut.

Kepsek SD 14 Laing, Warti mengatakan, rencana mobiler untuk sekolahnya sekitar 56 set. Karena kurang memahami, Warti berkonsultasi dengan pelaksana proyek pembangunan RKB inisial HC terkait barang tersebut.

Menurutnya, kursi dan meja siswa yang sudah didatangkan ke sejumlah sekolah, diduga tidak sesuai dengan spek dalam kontrak.

“Hal ini yang membuat saya ragu dan takut, dari pada jadi masalah dikemudian hari, biarlah sekolah ini tidak jadi belanja mobiler, dan tidak apa anggarannya kembali ke kas negara,” kata Warti.