50% Gelper di Batam Tak Kantongi Izin ARKI

oleh -179 views
Ilustrasi mesin ketangkasan elektronik. (Foto: Ist)

Patrolmedia.co.id, Batam – Sebanyak 41 lokasi Gelanggang Permainan Ketangkasan (Gelper) di Batam, setengahnya (50%) tidak mengantongi izin dari lembaga sertifikasi usaha permainan Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI).

Dengan begitu, pengusaha gelper belum sepenuhnya mengikuti aturan sesuai yang telah ditetapkan tim teknis DPM PTSP seperti tertuang pada poin-poin bagi pelaku usaha gelper.

Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam Firmansyah melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil PPNS DPM-PTSP Kota Batam Willy Otra Bisma mengatakan, saat ini 41 gelper yang beroperasi di Batam diakui belum semua tersertifikasi ARKI.

“Setengah (50%) dari itu, belum memiliki izin sertifikasi ARKI,” kata Willy di kantor DPM-PTSP, Jum’at (15/1/2021), dilansir dari Pro LKN.

Ia menjelaskan, untuk mendapat izin ARKI, pengusaha (gelper) membuka usahanya terlebih dahulu.

“Setelah mendapat rekomendasi dari Pemko Batam, seiring waktu pengusaha (gelper) baru mengajukan izin ke Jakarta untuk mendapat sertifikasi ARKI,” katanya.

Willy memapar, dalam ketentuannya, pengusaha gelper harus menyediakan ruang Mushala, area merokok, kotak P3K dan lainnya.

Willy menyebut DPM PTSP dalam hal ini bertugas sebagai pendamping dengan membentuk tim terdiri dari ahli mesin, ahli hukum pidana khusus 303, tim editor, dan superpesor.

“Seiring waktu, tim melakukan tugasnya sesuai bidang masing-masing,” kata Willy.

3 bulan setelah gelper beroperasi, akan ada jadwal yang dikeluarkan untuk pengecekan sesuai tugas masing-masing tim.

“Tugas kami (DPM-PTSP) hanya sebagai pendamping saja,” kata dia. (Erwin)