Dampak Efisiensi Anggaran, Para THL di Pemkab Solok Terancam Dipecat

oleh -2.239 views
Pemkab Solok mengevaluasi kebutuhan THL dengan melakukan efisiensi dan kompetensi yang berdampak pemecatan terhadap buruh harian di daerah tersebut. (Foto: Ist)

Patrolmedia.co.id, Solok –  Dampak dari efesiensi anggaran dan kompetensi yang dilakukan Pemkab Solok di kepemimpinan
Bupati Solok, Capt. Epyardi Asda,
para tenaga harian lepas (THL) yang bertugas di didaerah itu terancam “dipecat”.

Staf Khusus Bupati Solok, Zulfa Zetya, menyatakan rasionalisasi tenaga harian lepas (THL) di Pemkab Solok perlu dilakukan.

Hal itu disampaikan Zulfa di akun facebook-nya pada Senin siang (24/5/2021) sekira pukul 10.40 WIB.

Dalam postingan di alamat https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1379360709105605&id=100010950672845, Zulfa mengatakan ada 2 indikator yang menjadi pertimbangan. Yakni efisiensi dan kompetensi.

Meski sebenarnya, status kepegawaian Staf Khusus Bupati Solok juga THL. Menurutnya, rasionalisasi tersebut, setelah dilakukan pendataan, jumlah THL di Kabupaten Solok sudah melebihi ambang batas.

“Setelah melakukan pendataan, ternyata jumlah THL di Kabupaten Solok sudah melebihi ambang batas, sehingga memberatkan APBD.
Perlu rasanya dilakukan pengurangan guna efisiensi anggaran yang akan diberdayakan adalah yang memiliki kompetensi dan ditempatkan sesuai bidang keilmuan yang dimiliki,” tulis Zulfa yang juga Sekretaris Tim Pemenangan Asda-Pandu di Pilkada Kabupaten Solok 2020.

THL: Kami Hanya Ingin Tetap Hidup, Bukan Cari Kaya

Sebelumnya, Bupati Solok, Capt Epyardi Asda, membuat pernyataan akan mengevaluasi keberadaan sekitar 1.700 orang tenaga harian lepas (THL) di Pemkab Solok.

Pernyataan itu ditegaskan Epyardi secara resmi saat Sertijab Bupati Solok di hari pertama usai dilantik, Senin (26/4/2021).

Pernyataan serupa kembali ditegaskan dalam forum resmi berikutnya. Yakni di keesokan harinya saat Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Solok, Selasa (27/4/2021).