Bupati Epyardi Ancam Segel Pabrik Aqua Solok

oleh -1.159 views

Ia mengungkap Pemkab Solok tidak mendapat laporan terkait CSR tersebut digunakan untuk masyarakat. Menurutnya, CSR kewajiban perusahaan untuk meningkatkan ekonomi, kualitas kehidupan dan lingkungan masyarakat sekitar.

“Kalau di BUMN ada namanya PKBL itu ada yang mengontrolnya. Nah CSR mereka lapor kemana? Faktanya Pemkab Solok tidak tahu. Dan ada tenaga kerja di pabrik, tapi jadi kuli. Tukang angkat galon saja, ada laporannya kepada saya. Mereka mengaku hanya tukang angkat galon,” kata Epyardi.

Sebelumnya, Epyardi juga menyegel tambang biji besi PT Arosuka Mandiri yang beroperasi di
di Kecamatan Tigo Lurah, lantaran perusahaan diduga banyak melanggar aturan.

Terkait investasi di Kabupaten Solok, Epyardi mempersilakan siapa saja untuk bekerja di Kabupaten Solok. Namun, harus sesuai dengan aturan.

Mantan Anggota DPR RI 3 periode dari Partai PPP) itu menjelaskan, dalam undang-undang tidak boleh orang asing memiliki tanah di Indonesia. Termasuk akan mengecek statusnya lahan di pabrik Aqua, termasuk atas nama siapa sertifikatnya.

“Saya ikut membuat undang-undang itu. Maka itu kami ingin cek lagi status lahan seperti apa, dan atas nama siapa termasuk dampak lingkungannya saat ini,” tegasnys.

Misalnya, kata Epyardi seperti bank di Kabupaten Solok telah membantu pembangunan. Hal itu dapat dilihat langsung masyarakat. Tapi, untuk Pabrik Aqua dirinya melihat hal tersebut.

“Bank saja bisa membangun di dermaga Singkarak, tapi Aqua tidak satu pun saya lihat. Padahal untungnya mungkin besar, yang ia jual hanya air. Terus terang kalau ada kesepakatan saya ingin cek, Aqua ini seperti apa untungnya dan apa yang didapat oleh masyarakat saya,” cetusnya.

Dikonfirmasi, CSR Supervisor PT Tirta Investama (Aqua) Jon Betrit mengakui dirinya belum mengetahui hal tersebut.

Begitu pula dengan Humas Aqua PT Tirta Investama (Aqua) Azra’i. Dirinya belum mendapat informasi terkait evaluasi dari Bupati Pemkab Solok.

Perusahaan air minum kemasan Aqua diketahui mulai beraktivitas sejak 2013 yang merupakan pabriknya ke-17 di Indonesia.

Penulis: Niko Irawan
Editor: Erwin Syahril