
Patrolmedia.co.id – Ketika Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardhana menjabat sebagai Panglima perang di Kerajaan Singasari, ia sudah menikahi Dyah Sri Tribhuaneswari, putri sulung Raja Kertanegara.
Dyah Sri Tribhuaneswari
Istri pertamanya itu bergelar Sri Prameswari Dyah Dewi Tribuaneswari atau biasa disebut Tribwana, seperti tercatat dalam kitab Negarakertagama.
Saat runtuhnya Kerajaan Singasari akibat serangan Kerajaan Kediri yang dipimpin Jayakatwang (1929 M), Raden Wijaya sempat membawa kabur dan menyelamatkan Tribwana bersama rombongan pelarian lainnya.
Raden Wijaya yang merupakan menantu kesayangan Kertanegara itu membawa Tribwana menyebrang ke Sumenep, Madura untuk meminta perlindungan Aria Wiraraja selaku Adipati Madura, dari kejaran pasukan Jayakatwang. (Prasasti Kudadu).
Dalam perjalanan, Tribwana sering dibantu Lembu Sora, pengikut setia Raden Wijaya. Lembu Sora bahkan bersedia menggendong Tribwana saat menyebrangi rawa-rawa.
Dikisahkan Kidung Panji Wijaya Karma, saat Raden Wijaya berpura-pura mengabdi kepada Jayakatwang di Kediri, Tribwana tetap tinggal di Sumenep.
Setelah Raden Wijaya mendapat wilayah dari Jayakatwang di hutan tarik, Sungai Brantas, hingga menjadi desa Majapahit, Tribwana kemudian menyusul dikawal pengikut setia Raden Wijaya yakni Ronggolawe yang merupakan Putra Aria Wiraraja.
Setelah Raden Wijaya berhasil menggulingkan Jayakatwang hingga mendeklarasikan diri sebagai Raja Majapahit, Tribwana menjadi Permaisuri pertama Raden Wijaya.
Berbeda dengan Pararaton, kitab itu menyebut justru istri pertama Raden Wijaya bernama Dara Petak dari Kerajaan Dharmasraya di Jambi, Sumatera.
Perkawinan Raden Wijaya dengan Dara Petak dikaruniai seorang putra bernama Jayanegara atau Kalagamet, kelak menjadi Raja ke 2 Majapahit, penerus ayahandanya, Raden Wijaya.
Awal Berdiri Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya Kalahkan Jayakatwang




















