
Patrolmedia.co,id, Solok – Kisah pilu menyayat hati Vivi Yulistia Rahayu, Legislator Golkar Kabupaten Solok, priode 2019-2024.
Ibundanya viral karena dibentak-bentak sang penguasa, Ayahandanya turun jabatan dari Eselon II Ke Elselon III, bahkan Vivi harus menjalani perintah Partainya untuk Mendukung Sang Bupati terpilih yakni Epyardi Asda.
Bagi Vivi, setiap orang punya harga diri. Dari relung hati yang paling dalam, tak seorangpun mau diremehkan, apalagi dihinakan.
Namun, ketika perintah partai mengharuskan mendukung sang penguasa, jatuh ke dalam si air mata, makan hati hati berulam jantung.
Profesionalisme berpolitik, membuat Vivi Yulistia Rahayu dipaksa menelan empedu kehidupan. Bagaimana kisahnya?
Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD Kabupaten Solok 17 April 2019, melahirkan beragam cerita manis bak madu, bagi para pemenang.
35 orang kontestan Pileg dari 4 daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Solok, dinyatakan berhak menduduki jabatan sebagai Anggota DPRD Kabupaten Solok periode 2019-2024.
Separuhnya adalah wajah baru, dengan kisah yang dahsyat. Mengalahkan sejumlah incumbent (petahana) di Dapil masing-masing.
Sejumlah tokoh muda, “sukses” menoreh sejarah, mengalahkan para politisi “berpengalaman” dan menjadi cerita yang layak dikisahkan ke generasi berikutnya.
Renaldo Gusmal dari Dapil I (Gunung Talang, Kubung, IX Koto Sungai Lasi) menjadi peraih suara terbanyak se-Kabupaten Solok dengan mengusung bendera Partai Amanat Nasional (PAN).






















