Meksiko Bakal Perketat Perlawanan Terhadap Kartel Narkoba

Pemerintah mengerahkan pasukan militer dan angkatan laut dalam jumlah paling besar

Meksiko
Personel militer menjaga barang bukti sitaan hampir ratusan pon fentanil dan sabu di Tijuana, Meksiko, pada 18 Oktober 2023. (Foto: Salwan Georges/The Washington Post/Getty Images)
Meksiko
Personel militer menjaga barang bukti sitaan hampir ratusan pon fentanil dan sabu di Tijuana, Meksiko, pada 18 Oktober 2023. (Foto: Salwan Georges/The Washington Post/Getty Images)

Patrolmedia.co.id, Mexico City – Meksiko berkomitmen akan memperketat perlawan terhadap kartel narkoba.

Di tengah gelombang kekerasan baru, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengintruksikan Kepala keamanannya dan mengerahkan ribuan tentara untuk membendung peningkatan kejahatan kartel narkoba di negara bagian Sinaloa.

Melansir Reuters, Selasa (24/12/24), Sheinbaum dalam kampanyenya berjanji melanjutkan kebijakan keamanan mentor dan pendahulunya Andres Manuel Lopez Obrador yang memprioritaskan penyelesaian akar penyebab kejahatan sosial, dibanding menyerang kartel.

Ia menyebut sebuah pendekatan yang dijuluki “pelukan bukan peluru” yang diambil dari slogan dari mantan Presiden.

Namun tanda-tanda awal dari bulan-bulan pertamanya menjabat, menunjukkan pendekatan yang lebih agresif.

Meksiko mengerahkan pasukan militer dan angkatan laut dalam jumlah paling besar dalam setidaknya 6 tahun serta pasukan khusus dan persenjataan berat ke Sinaloa sejak perang intra-kartel pecah pada September.

Penangkapan tingkat tinggi dan penyitaan obat-obatan terlarang dalam jumlah besar terjadi setelahnya, termasuk penangkapan lebih dari satu ton fentanil.

Strategi yang lebih berani ini bisa selaras dengan Presiden terpilih Donald Trump yang meminta Meksiko berbuat lebih banyak untuk menghentikan aliran narkoba dan migran ke Amerika Serikat (AS).

Namun, hal ini juga berisiko memperparah kekerasan dan pembunuhan, seperti yang pernah terjadi di masa lalu di negara yang kartelnya dipersenjatai dengan senjata tingkat militer.

Kantor Sheinbaum tidak membalas permintaan komentar.