DeepSeek AI Cina Guncang Pasar Saham AS, Trump Ingatkan Itu Peringatan

Asisten AI DeepSeek mendadak menjadi peringkat 1 di AppStore

DeepSeek AI Cina
Didukung oleh model DeepSeek-V3 yang revolusioner dengan lebih dari 600B parameter, AI canggih ini memimpin standar global dan setara dengan model internasional terbaik di berbagai benchmark. (Foto: Screenshot/Patrolmedia)
DeepSeek AI Cina
Didukung model DeepSeek-V3 yang revolusioner dengan lebih dari 600B parameter, AI canggih ini memimpin standar global dan setara dengan model internasional terbaik di berbagai benchmark. (Foto: Screenshot/Patrolmedia)

Patrolmedia -:- DeepSeek AI Cina telah mengguncang pasar saham AS dan memicu perdebatan yang luas tentang persaingan teknologi dan geopolitik antara AS dan Tiongkok itu.

Asisten AI DeepSeek mendadak menjadi aplikasi gratis unduhan No. 1 di toko AppStore iPhone Apple pada hari Senin (27/1/25) didorong oleh rasa ingin tahu tentang pesaing ChatGPT.

Presiden AS Donald Trump menyebut kebangkitan perusahaan China DeepSeek sebagai “peringatan” bagi industri teknologi AS, setelah kemunculan model kecerdasan buatan (AI) Tiongkok itu yang memicu gelombang kejutan pasar saham di Wall Street.

Saham di perusahaan teknologi besar seperti Nvidia anjlok tajam, dan raksasa chip itu kehilangan hampir $600 miliar (£482 miliar) dalam nilai pasar.

Yang mengguncang industri ini adalah klaim DeepSeek bahwa model R1-nya dibuat dengan biaya yang jauh lebih murah dibanding para pesaingnya.

Hal itu menimbulkan pertanyaan tentang masa depan dominasi AI Amerika dan skala investasi yang direncanakan perusahaan-perusahaan AS.

Menanggapi itu, Trump menyebut perkembangan terkini dalam industri AI Tiongkok mungkin menjadi “hal positif” bagi AS.

“Jika Anda bisa melakukannya dengan lebih murah, jika Anda bisa melakukannya dengan biaya lebih rendah dan mendapatkan hasil akhir yang sama. Saya pikir itu hal yang baik bagi kita,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One, dikutip dari BBCnews, Rabu (29/1/25).

Ia mengaku tak khawatir dengan terobosan tersebut. Trump yakin AS akan tetap menjadi pemain dominan di bidang tersebut.

Namun, DeepSeek AI Cina itu telah mengangkat masalah keamanan siber di sejumlah negara dan menteri sains Australia Ed Husic menghimbau agar berhati-hati.

“Ada banyak pertanyaan yang perlu dijawab pada waktunya mengenai kualitas, preferensi konsumen, data, dan manajemen privasi,” kata Trump kepada lembaga penyiaran nasional Australia ABC.

DeepSeek didukung model DeepSeek-V3 sumber terbuka yang menurut para peneliti telah dilatih dengan biaya sekitar $6 juta (£4,2 juta).

Angka itu jauh lebih sedikit dari biaya miliaran yang dikeluarkan para pesaingnya. Namun, klaim ini telah dibantah pihak lain di bidang AI.

Kemunculannya terjadi saat AS membatasi penjualan teknologi chip canggih yang mendukung AI ke China.

Untuk melanjutkan pekerjaan mereka tanpa pasokan chip canggih impor yang stabil, para pengembang AI Tiongkok telah berbagi pekerjaan mereka satu sama lain dan bereksperimen dengan pendekatan baru terhadap teknologi.

Hal ini menghasilkan model AI yang membutuhkan daya komputasi jauh lebih sedikit dari sebelumnya.

Artinya, biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dari yang diperkirakan sebelumnya, sehingga berpotensi menjungkirbalikkan industri.

Menyusul guncangan pasar di AS pada Senin ini, indeks saham FTSE 100 dari perusahaan publik terbesar di Inggris tampak tangguh dalam perdagangan awal hari Selasa, naik menjadi 0,59% pada sore hari.

Namun, saham di perusahaan Jepang yang terkait dengan AI, termasuk Advantest, Softbank, dan Tokyo Electron turun tajam, menyebabkan indeks acuan Nikkei 225 turun 1,4%.