Sosial  

Industri Rokok Seperti “Drakula” Penghisap Unsur Penting Kehidupan

"Maka, disinilah kita membuat konsep drakula (penghisap darah) dimana para konglomerat tanah air itu dapat menghisap ibaratkan vampir yang menghisap darah-darah orang miskin melalui rokok”

Industri Rokok Drakula
Buku Drakula Ekonomi karya Mukhaer Pakkana, Wakil I Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah. (Foto: (SuaraMuhammadiyah)
Industri Rokok Drakula
Buku Drakula Ekonomi karya Mukhaer Pakkana, Wakil I Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah. (Foto: (SuaraMuhammadiyah)

Patrolmedia, Jakarta -:- Industri rokok diibaratkan seperti “Drakula” yang menghisap habis unsur penting dalam kehidupan.

Filosofi itu disampaikan Wakil I Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah Dr. Mukhaer Pakkana di acara launching bukunya yang berjudul “Drakula Ekonomi: Telaah Antropologis dan Sosial Ekonomi Industri Tembakau”, di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta pada Jumat (7/2).

Filosofi judul dalam buku tersebut merupakan idiom untuk menggambarkan industri rokok seperti drakula.

“Masyarakat miskin atau kalangan bawah itu konsumsi utamanya rokok. Banyak yang beranggapan rokok lebih penting dibanding dengan makan dan itu terbukti dengan data yang menunjukan 70% masyarakat miskin saat ini mengkonsumsi rokok,” ujar Mukhaer, dikutip dari laman Muhammadiyah, Sabtu (8/2/25).

“Maka, disinilah kita membuat konsep drakula (penghisap darah) dimana para konglomerat tanah air itu dapat menghisap ibaratkan vampir yang menghisap darah-darah orang miskin melalui rokok,” sambungnya.

Mukhaer mengungkap buku Drakula Ekonomi yang terdiri dari 6 bab itu menjelaskan tentang sejarah manusia dalam relasinya pada kebiasaan merokok sekaligus menerangkan terkait asumsi masyarakat kalangan bawah tentang rokok.

“Disinilah sisi menarik di buku ini, dimana bukan hanya memapar dampak kesehatan saja, namun juga memaparkannya secara antropologis dan mengkaji dampak sosial dan Industri perekonomian,” kata Mukhaer.

Industri Rokok Drakula
Peluncuran buku Drakula Ekonomi dan diskusi bersama sejumlah tokoh nasional, akademisi, dan juga pejabat pemerintah. (Foto: SuaraMuhammadiyah)

Menanggapi tentang perilaku konsumsi masyarakat terhadap rokok, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas mengimbau masyarakat untuk berhenti merokok.

Ia berpendapat tentang dampak buruk yang diakibatkan rokok terhadap generasi penerus.

“Saya mengimbau kawan-kawan untuk berhenti merokok, situasi dan kondisi yang timbul akibat merokok itu sangat buruk bahkan akan berdampak ke generasi penerus. Bagi saya merokok ini memiliki korelasi terhadap kebahagiaan seseorang. Semakin rajin merokok, maka semakin menurun kebahagiaan kita, semakin tidak merokok, maka semakin meningkat kebahagiaan kita,” kata Anwar.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional RI, Amich Alhumami menyampaikan, dalam penanggulangan isu rokok dan industri tembakau memerlukan dukungan dan pengawalan bersama berbagai pihak, terkhusus dalam hal pengimplementasian dan kebijakannya.

“Dalam penanggulangan isu tentang rokok ini memang diperlukan adanya komitmen dan implementasi kebijakan secara komprehensif oleh lintas sektor baik secara fiskal, non-fiskal, dan juga mitigasinya. Maka dari itu hal ini perlu dukungan dan pengawalan terhadap implementasi kebijakan dari berbagai pihak,” kata Amich.

Peluncuran buku Drakula Ekonomi tersebut dibarengi dengan diskusi beberapa tokoh nasional, akademisi, dan juga pejabat pemerintah.

 

Editor: M. Ichsan