
Patrolmedia, Batam -:- Ketua Komisi III DPRD Batam Djoko Mulyono menyayangkan ketidakhadiran pihak pengembang, PT Mahkota Properti Sukses (MPS) pada rapat dengar pendapat umum (RDPU), membahas polemik pendirian masjid di Perumahan Central Hills Batam Center, yang tak kunjung dibangun.
Selain PT MPS, perusahaan pemilik lahan perumahan Central Hills, PT Menteng Griya Lestari (MGL) juga tidak hadir dalam RDPU tersebut.
“Pengembang dan pemilik lahan perumahan tidak mengirim 1 orang pun untuk hadir RDPU. Ketidakhadiran manajemen pengembang dan pemilik lahan sangat disayangkan,” kata Djoko, Rabu (12/2/2025).
Menurutnya, polemik berkenaan tidak seharusnya terjadi, mengingat aturan mengenai pembangunan kompleks perumahan komersil sudah jelas dan mengikat.
Terlebih lagi, lanjut Djoko, diera koordinasi yang sangat baik antara Pemko dan BP Batam, dimana kepemimpinan 2 lembaga ini dijabat Walikota Batam merangkap ex officio Kepala BP Batam.
“Dalam peraturan pemerintah itu jelas, 30 persen lahan harus disiapkan developer untuk fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos),” tegas Djoko.
Saat RPDU, Daeng Hariyanto selaku warga Central Hills menyebut warga muslim yang tinggal diperumahan Central Hills sudah mencapai 300-an orang.
Daeng mengungkapkan warga yang tinggal di Kompleks Central Hills sangat membutuhkan adanya Masjid sebagai tempat ibadah umat Islam.
Terlebih, lanjutnya, dalam hitungan minggu umat muslim akan memasuki bulan suci Ramadan untuk melaksanakan ibadah puasa dan salat berjamaah.
“Kami menagih hibah lahan masjid ini di cluster yang dibangun, karena sesuai perkiraan seharusnya ada 1,7 hektar untuk fasum dan fasos termasuk sarana ibadah,” kata Daeng dalam RDPU.
“Masjid ini kebutuhan krusial karena jumlah penghuni muslim semakin bertambah, sementara masjid terdekat itu jauh,” tegas dia lagi.
Sementara, Komisi III memutuskan untuk menggelar RDPU selanjutnya dengan menghadirkan PT MPS dan PT MGL.
Disamping itu, Komisi III juga mengumpulkan informasi dari Dinas Perkimtan Batam, Camat dan Lurah.
Editor: M. Ichsan






















