Gedung Putih Blokir Jurnalis AP Gara-Gara Tak Mau Tulis Teluk Amerika

Wartawan AP akan diperbolehkan meliput jika mau mengubah tulisan Teluk Meksiko pada setiap berita menjadi Teluk Amerika seperti yang diinginkan Trump 

Gedung Putih Blokir Jurnalis
Google menambahkan tulisan Teluk Amerika dengan tanda kurung (), setelah tulisan Teluk Meksiko.
Gedung Putih Blokir Jurnalis
Di Google pencarian terlihat adanys penambahan tulisan Teluk Amerika dengan tanda kurung (), setelah tulisan Teluk Meksiko. (Foto: Tangkapan Layar/Google Map)

Patrolmedia -:- Gedung Putih blokir jurnalis AP (Associated Press) untuk meliput konferensi pers dipertemuan 2 pemimpin negara, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Wartawan AP ditolak masuk ke acara di Ruang Oval Gedung Putih pada Selasa (11/02) gara-gara AP tetap menggunakan istilah “Teluk Meksiko” dalam menuliskan berita, meskipun Trump memerintahkan untuk menggantinya dengan “Teluk Amerika.”

Melansir AP, Sabtu (15/2/25), jurnalis AP akan diperbolehkan meliput jika mau mengubah tulisan Teluk Meksiko disetiap berita menjadi Teluk Amerika seperti yang diinginkan Trump.

Wakil Presiden Senior dan Editor Eksekutif AP, Julie Pace menyebut tindakan Trump sebagai eskalasi yang sangat meresahkan dan pelanggaran nyata terhadap amandemen pertama konstitusi AS.

“Kami mendesak pemerintahan Trump dengan tegas untuk menghentikan praktik ini,” kata Pace, Kamis 13/2/25).

Pace juga menulis surat terkait pelarangan itu kepada Kepala Staf Trump pada Rabu (12/2/25) yang berisi:

“Ini adalah hari ketiga wartawan AP dilarang meliput presiden — pertama sebagai anggota kelompok dan sekarang dari konferensi pers resmi — sebuah tindakan merugikan yang luar biasa bagi miliaran orang yang mengandalkan The Associated Press untuk berita nonpartisan.”

Presiden Asosiasi Koresponden Gedung Putih Eugene Daniels juga mengeluarkan pernyataan yang mendukung AP.

“Gedung Putih berupaya membatasi kebebasan pers yang tercantum dalam konstitusi kita dan telah mengakui secara terbuka bahwa mereka membatasi akses ke berbagai acara untuk menghukum media berita karena tidak menggunakan bahasa yang disukai pemerintah,” kata Daniels.

“Melarang jurnalis mengakses berita karena keputusan editorial mereka merupakan diskriminasi sudut pandang,” sambungnya.

Ia menyebut, melarang wartawan yang memiliki izin untuk menghadiri konferensi pers dengan para pemimpin dari 2 negara merupakan langkah yang lebih dari sekadar mencegah akses ke acara di Ruang Oval.

 

Gedung Putih blokir jurnalis AP