
Patrolmedia -:- Jadwal imsakiyah ramadan 2025 sudah dirilis Kemenag (Kementerian Agama). Dengan begitu, umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa bisa melihat jadwalnya selama 1 bulan.
Umat muslim bisa mendownload atau mengunduh jadwal imsakiyah ramadan 2025 berdasarkan Kota/Provinsi yang daftarnya terlampir untuk semua wilayah di Indonesia.
Dikutip dari BimasIslam pada Minggu (16/2/25), jadwal imsakiyah ramadan 2025 ini dirilis Kemenag dengan menghadirkan informasi waktu salat, termasuk waktu imsak, sahur dan buka puasa.
Berikut link jadwal imsakiyah 2025 yang bisa di download dibawah ini:
- Klik Link Bimas Kemenag ini
- Pilih provinsi, kabupaten/kota, dan tahun 1446 H/2025 M
- Klik tombol “Proses Data” untuk informasi jadwal imsakiah
- Klik tombol “Export Excel” untuk download jadwal imsakiah
- Jadwal imsakiah memuat waktu imsak, duha, dan salat harian.
Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1446 Hijriah tahun 2025, akan segera digelar Kementerian Agama (Kemenag) pada Jumat (28/2/2025) mendatang.
Penetapan awal Ramadan atau tanggal sebagai acuan umat muslim di Indonesia untuk menjalankan ibadah puasa.
Nantinya, hilal dipantau di seluruh Kanwil Kemenag. Untuk proses pemantauan hilal atau rukyatul hilal juga akan dilaksanakan di sejumlah titik yang tersebar disejumlah wilayah di Indonesia.
Kantor Wilayah Kemenag juga akan terlibat dalam pemantauan hilal. Sehingga terakumulasi hasil hisab dan rukyat dari sejumlah wilayah untuk dipaparkan langsung pada saat sidang Isbat.
Menteri Agama Nasaruddin Umar direncanakan bakal memimpin proses berlangsungnya sidang Isbat.
Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Abu Rokhmad mengatakan, prosesi sidang Isbat akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat.
Para stakeholder akan di undang pada sidang Isbat bersama pemangku kepentingan yang berhubungan dengan kebijakan penentuan awal bulan Ramadan.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung,” kata Abu di Jakarta, Senin (10/2/25) dikutip dari laman resmi Kemenag.
Dengan adanya gelaran sidang ini, Abu mengajak masyarakat menunggu hasil sidang mendatang dan pengumuman pemerintah untuk penetapan awal Ramadan.
Sidang tersebut sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.
“Kita harap umat Islam di Indonesia bisa mengawali Ramadan tahun ini secara bersama-sama,” ucapnya.
Untuk kondisi astronomi, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk antara 3 derajat 5,91’ hingga 4 derajat 40,96’, dengan sudut elongasi antara 4 derajat 47,03’ hingga 6 derajat 24,14’.
Dengan kriteria tersebut, secara astronomi, hilal berpotensi akan terlihat.
Editor: Erwin Syahril






















