Indonesia Kecam Israel yang Blokade Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Indonesia Kecam Israel
Puluhan Truk pengangkut bantuan makanan dan kebutuhan pokok berbaris di sisi Mesir di perbatasan Rafah antara Mesir dan Jalur Gaza. Truk-truk tersebut tak bisa masuk karena di blokir Israel, Minggu, 2 Maret 2025. (Foto AP/Mohamed Arafat)
Indonesia Kecam Israel
Puluhan Truk pengangkut bantuan makanan dan kebutuhan pokok berbaris di sisi Mesir di perbatasan Rafah antara Mesir dan Jalur Gaza. Truk-truk tersebut tak bisa masuk karena di blokir Israel, Minggu, 2 Maret 2025. (Foto AP/Mohamed Arafat)

Patrolmedia, Jakarta -:- Indonesia kecam Israel yang telah memblokade bantuan kemanusiaan ke Gaza dan menjadikan penyetopan itu sebagai alat tawar dalam perundingan gencatan senjata.

Indonesia menyebut keputusan PM Israel Benjamin Netanyahu merupakan bentuk kejahatan perang.

Dalam pernyataan resminya, Senin (3/3/25), Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menyatakan Indonesia kecam Israel yang secara sepihak menuntut perpanjangan fase pertama gencatan senjata.

Tak cuma itu, Indonesia juga mengecam sikap Israel yang menghindari pembahasan fase kedua.

“Indonesia mengecam upaya Israel untuk melemahkan kesepakatan gencatan senjata dengan melanggar ketentuan awal,” tulisnya.

“Serta pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia,” tulis pernyataan Kemlu RI.

RI mendesak komunitas internasional untuk memberikan tekanan ke Israel untuk segera mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dan melanjutkan fase kedua sesuai kesepakatan gencatan senjata.

“Indonesia menegaskan kembali dukungan teguhnya bagi Solusi Dua Negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan di kawasan,” tulis Kemlu.

Melansir AP, Israel hentikan bantuan semua barang dan pasokan yang masuk ke Jalur Gaza pada Minggu (2/3/25).

Israel hentikan bantuan dengan alih-alih menekan Hamas agar mau menerima proposal baru untuk perpanjangan gencatan senjata yang diajukan AS.


Baca juga: Israel Hentikan Bantuan ke Gaza Untuk Menekan Hamas


Israel mengklaim mendapat dukungan AS terkait usulan tersebut yang diutus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, menyerukan perpanjangan gencatan senjata hingga Ramadan dan hari raya Paskah Yahudi yang berakhir pada 20 April.

Hamas menilai Israel berusaha menggagalkan perjanjian gencatan senjata dan menganggap keputusan untuk menghentikan bantuan merupakan pemerasan murahan, kejahatan perang dan serangan terang-terangan terhadap gencatan senjata.

Sesuai kesepakatan, Israel dan Hamas akan melaksanakan gencatan senjata hingga 3 fase.

Fase pertama: pembebasan sandera perempuan, anak-anak, penghentian serangan, hingga masuknya lebih banyak bantuan kemanusiaan yang telah berlangsung selama 1 bulan 2 minggu.

Fase kedua: kesepakatan gencatan senjata permanen antara Israel dan Hamas untuk menghentikan perang secara permanen

Sebagai gantinya, Hamas akan membebaskan sandera laki-laki Israel yang masih hidup, baik warga sipil maupun militer.

Sebaliknya, Israel juga membebaskan tahanan Palestina dan menarik pasukan IDF sepenuhnya dari Gaza.

Fase ketiga: Israel-Hamas harus memulangkan jenazah maupun sisa-sisa tubuh sandera dan rencana rekonstruksi Gaza.

Israel dan Hamas sendiri sudah menjalani fase pertama yang telah resmi berakhir pada Minggu (2/3) sejak berlaku efektif 19 Januari lalu.

Hamas dan Isral telah berhasil menjalankan fase pertama gencatan senjata.

Namun, pada fase kedua, sepertinya Israel ingin mengakali Hamas dengan memnta memperpanjang fase pertama tanpa lanjut ke fase kedua.

Hamas menilai keinginan Israel memperpanjang fase pertama hanya ingin sandera Israel dibebaskan. Israel juga dianggap hanya mau memerangi Gaza.

 

Editor: Fatmi Rahim