
Media Israel yang diberi pengarahan oleh militer melaporkan, pasukannya telah mengidentifikasi sedikitnya 6 dari 15 korban tewas sebagai anggota kelompok militan.
Anehnya, pejabat Militer Israel tersebut menolak memberikan bukti atau rincian tentang bagaimana identifikasi dilakukan
Pejabat Militer Israel berdalih tidak ingin membagikan informasi rahasia.
“Menurut informasi yang kami terima, memang ada teroris di sana, tetapi penyelidikan ini belum selesai,” kata dia kepada wartawan dalam jumpa pers pada Sabtu malam, (5/4/25).
PBB dan Bulan Sabit Merah Palestina telah menggugat penyelidikan independen atas pembantaian paramedis tersebut.
Pejabat Bulan Sabit Merah dan PBB mengatakan 17 paramedis dan pekerja darurat dari Bulan Sabit Merah, layanan Darurat Sipil, dan PBB telah dikirim untuk menanggapi laporan cedera akibat serangan udara Israel.
Selain Abed, yang ditahan selama beberapa jam sebelum telah dibebaskan, tapi seorang pekerja lainnya masih hilang.
Pekan lalu, PBB menyebut informasi yang tersedia menunjukkan 1 tim dibunuh pasukan Israel dan kru darurat serta bantuan lainnya tewas 1 demi 1 selama beberapa jam saat mereka mencari rekan mereka yang hilang.
Pejabat militer itu mengatakan temuan awal dari penyelidikan menunjukkan pasukan telah menembaki sebuah kendaraan sekitar pukul 4 pagi, menewaskan 2 anggota pasukan keamanan internal Hamas dan menangkap seorang lainnya.
Pejabat Militer itu telah mengakui melalui interogasi bahwa ia berada di Hamas.
Seiring berjalannya waktu, beberapa kendaraan melintas di sepanjang jalan hingga, sekitar pukul 6 pagi, katanya, pasukan menerima informasi dari pengawasan udara kalau sekelompok kendaraan “mencurigakan” sedang mendekat.
“Mereka merasa ini adalah insiden lain seperti yang terjadi pada pukul 4 pagi dan mereka melepaskan tembakan,” kata pejabat itu.
Ia mengatakan, rekaman pengawasan udara menunjukkan pasukan berada pada jarak tertentu ketika mereka melepaskan tembakan.






















