
Patrolmedia, Batam -:- 7 juru parkir liar di Batam diringkus Ditreskrimum Polda Kepri di 3 lokasi, Nagoyal Hill, Jodoh dan di depan Mie Aceh Mercure, Lubuk Baja.
Ketujuh jukir liar itu dicokok aparat lantaran kian melunjak kerap minta pungutan liar yang selama ini bikin gerah warga Batam.
Razia itu merupakan operasi Tim Satgas Gakkum Ops Pekat Seligi 2025 untuk memberantas aksi premanisme di Batam.
Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang resah terhadap keberadaan juru parkir liar yang diduga melakukan pungutan tidak resmi di sejumlah titik keramaian.
Dirkrimum Polda Kepri, Kombes Pol Ade Mulyana lewat Kasubdit III Jatanras AKBP Mikael Hutabarat, mengatakan, mereka diamankan dari laporan warga yang muak dengan ulah para juru parkir liar menarik uang sembarangan di titik-titik keramaian.
“Tim Satgas Lidik Ditreskrimum Polda Kepri langsung melakukan penyelidikan intensif di beberapa lokasi Kamis (8/5/25) malam,” kata AKBP Mikael Hutabarat, dalam keteranganyanya, Jumat (9/5/25).
Sekitar jam 10 malam, 4 orang ditangkap di sekitar Mall Nagoya Hill.
Dua puluh menit kemudian, 2 orang lagi disikat di depan Hotel Four Point, kawasan Pasar Seken Jodoh.
Menjelang pukul 11 malam, 1 preman lagi diciduk di depan Mie Aceh Mercure, Lubuk Baja.
Total 7 juru parkir liar yang dijaring dalam operasi pekat antisipasi premanisme, ini berinial Adapun 7 orang yang diamankan dalam operasi Pekat dalam Mengantisipasi Premanisme tersebut yakni, Inisial KS, SA, RS, F, DS, AM dan SB.
Total 7 orang yang diamankan berinisial KS, SA, RS, F, DS, AM, dan SB.
Mereka dijaring dalam operasi pekat antisipasi premanisme.
“Seluruh terduga pelaku mengaku bekerja sebagai juru parkir liar dan tidak memiliki izin resmi dari instansi terkait,” kata Mikael.
Kini, mereka telah digelandang ke ruang Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri untuk diperiksa lebih lanjut.
Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad Menyampaikan Operasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Ops Pekat Seligi 2025.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menyampaikan operasi ini bagian dari Ops Pekat Seligi 2025.
Razia ini untuk menertibkan penyakit masyarakat, termasuk adanya aksi preman yang bikin resah warga Batam.
Ops Pekat Seligi akan terus berlangsung hingga Hari Raya Idul Adha untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS) yang kondusif di Batam dan wilayah Kepri lainnya.
“Kami imbau masyarakat turut berperan aktif dalam memberikan informasi apabila menemukan dugaan pungli atau tindak kriminal lainnya di lingkungan sekitar,” pesan Pandra.
Editor: Erwin Syahril




















