Ratusan Penerima Bansos Diduga Biayai Terorisme, Transaksi Judol Nyaris Rp1 Triliun

Bansos Biayai Terorisme
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyebut lebih dari 100 keluarga penerima manfaat (KPM) yang dapat bansos yang terindikasi mendanai terorisme. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)Baca artikel CNN Indonesia "PPATK Temukan Ratusan Penerima Bansos Diduga Danai Terorisme" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20250710144531-532-1249181/ppatk-temukan-ratusan-penerima-bansos-diduga-danai-terorisme.
Bansos Biayai Terorisme
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyebut lebih dari 100 keluarga penerima manfaat (KPM) yang dapat bansos yang terindikasi mendanai terorisme. (Foto: VOI) 

Patrolmedia, Jakarta -:- Data yang dipegang Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengejutkam, Ternyata, ratusan orang penerima bansos diduga terlibat mendanai terorisme.

Dan itu belum termasuk ribuan lainnya yang kedapatan main judi online pakai uang negara.

Hal ini disampaikan Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, usai rapat anggaran bersama Komisi III DPR, Kamis (10/7/2025).

Menurut Ivan, lebih dari 100 orang penerima bantuan Sosial terindikasi menyalurkan uang untuk kegiatan terorisme. Kini, data identitas kependudukan mereka sudah terdeteksi.

“Lebih dari 100 orang itu NIK-nya teridentifikasi terlibat pendanaan terorisme,” ujarnya, sepertu dilansir CnnIndonesia.

Ivan juga membenarkan data dari Kementerian Sosial yang menyebut ada 571 ribu penerima bansos yang sambilan jadi pemain judi online.

Bahkan, ada juga yang diduga terlibat tindak pidana korupsi, meski datanya belum dibuka ke publik.

PPATK sudah mengecek silang data dari Kemensos dengan data rekening yang nyangkut di aktivitas haram seperti judol, korupsi, dan terorisme.

Hasilnya mengagetkan, khusus transaksi judi online nilainya hampir tembus Rp1 triliun.

“NIK bansos yang kita terima dari Pak Mensos, kita cocokkan dengan NIK yang terhubung ke transaksi judol, korupsi, sama pembiayaan terorisme,” kata Ivan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul juga angkat suara. Ia mengatakan pihaknya sudah memverifikasi 28,4 juta NIK penerima bansos dengan data 9,7 juta akun pemain judol milik PPATK.

Sekitar 2% dari total penerima bansos 2024 terdeteksi main judol dan itu baru dari 1 bank BUMN saja.

“Ditengarai oleh PPATK sebagai pemain judol ada 571.410 KPM yang NIK-nya cocok,” jelas Gus Ipul dalam Rakornas DTSEN, Selasa (8/7).

Kemudoan, 7,5 juta transaksi judi online dicatat atas nama para penerima bansos. Nilainya, mencapai Rp957 miliar.

 

Editor: Erwin Syahril