
Patromedia, Tel Aviv – Pengumuman Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu terkait niatnya untuk rampas paksa Gaza menuai kecaman dari warganya sendiri.
Video: Netanyahu Didemo Ribuan Warganya Sendiri Karena Mau Rebut Paksa Gaza
Ribuan demonstran dari Forum Sandera dan Keluarga Hilang berunjuk rasa di depan kantor Perdana Menteri di Yerusalem, tempat kabinet berkumpul pada Kamis (7/8/2025).
Para demonstran membentangkan foto para sandera yang ditawan di Hamas. Sementara para pengunjuk rasa lainnya meneriakkan yel-yel untuk mengakhiri agresi.
Mereka juga menuntut sandera segera dipulangkan dengan kondisi aman dan selamat.
Unjuk rasa ini sebagai bentuk kecemasan warga Israel, khususnya keluarga sandera yang masih ditahan Hamas.
Sementara, keputusan untuk rampas paksa Gaza itu diambil melalui pemungutan suara selama 10 jam. Yang mana, mayoritas peserta rapat merupakan kabinet keamanan Israel.
Di Tel Aviv, rekaman video menunjukkan para demonstran berbaris di luar kantor pusat partai Likud milik Netanyahu.
Mereka mendesak pemerintah memastikan pemulangan para sandera yang tersisa dengan selamat.
Protes kecaman itu juga terjadi di kota-kota Israel lainnya yaitu di Herzeliyah, Ra’anana, dan Ness Ziona.
Netanyahu berencana mencaplok total Jalur Gaza. Dia dan pendukungnya berdalih, operasi skala penuh dilakukan demi menyelamatkan para sandera.
Namun, rencana itu ditolak keras banyak pihak termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Eyal Zamir.
Ia menilai operasi tersebut bisa menjadi jebakan jika diteruskan.
Sementara, warga yang berdemo menuntut Netanyahu segera membawa pulang para sandera.
“Bawa Mereka Pulang Sekarang, rencana itu sama saja dengan meninggalkan sandera,” kata kelompok Forum Sandera dan Keluarga Hilang, dikutip dari BBC, Jumat (8/8/2025).
“Dengan memilih eskalasi militer daripada negosiasi, kami tak akan membiarkan orang-orang yang kami cintai berada di bawah belas kasihan Hamas,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
“Satu-satunya cara untuk membawa pulang para sandera adalah melalui kesepakatan yang komprehensif,” tegas pernyataan para demonstran.






















