Video: Para Pejabat Nepal Kabur, Bergelantungan di Tali Helikopter Hindari Amuk Massa

Pejabat Nepal Kabur
Sebuah rekaman amatir
Panbil Mall
Pejabat Nepal Kabur
Video rekaman amatir memperlihatkan sebuah helikopter tengah mengangkut sejumlah pejabat pemerintah Nepal menggunakan bantuan tali. Mereka meloloskan diri untuk menghindari amukan massa yang berdemo beberapa hari ini. (Foto: Screenshot)

Patrolmedia, Kathmandu – Sejumlah pejabat Nepal kabur dari amukan massa yang tengah berdemonstrasi besar-besaran di Kathmandu.

Video: Politisi dan Pejabat Nepal Bergelantungan di tali Helikopter, Kabur dari Amukan Massa

Para pejabat mulai dari menteri dan pejabat politik Nepal memang ditargetkan para pengunjuk rasa yang mayoritas datang dari Gen Z.

Dalam video amatir yang beredar luas, pejabat Nepal kabur dibantu helikopter militer. Mereka terlihat berpegangan di tali heli untuk dievakuasi ke tempat aman.

Mereka di angkut dari sebuah rumah bertingkat. Sejumlah pejabat Nepal bergelantungan di tali helikopter.

Dalam video lain juga terlihat mereka dievakuasi dari salah satu hotel di Kathmandu.

Mengutip Gulfnews, Kamis (11/9/2025), para pejabat yang bergelantungan di tali heli itu diduga kuat pelaku korupsi. Karena itu amarah rakyat Nepal membara.

Bagi para pendemo, upaya meloloskan diru itu sebagai simbol ketakutan para elite yang berusaha menghindari kemarahan publik serta kerusuhan yang meningkat.

Sebelumnya diberitakan, Nepal Chaos diguncang krisis politik dan sosial terbesar dalam 20 tahun terakhir, buntut gelombang unjuk rasa meluas di ibu kota Kathmandu.

Aksi dipicu kesenjangan sosial, kebijakan pelarangan media sosial, serta dugaan korupsi hingga berujung kerusuhan besar.

Protes mengakibatkan Perdana Menteri Nepal mundur dari tampuk kekuasaannya.

Situasi darurat memaksa militer Nepal mengambil alih kendali pada Rabu (10/9/2025).

Tentara memberlakukan jam malam, mengerahkan kendaraan lapis baja, serta memperingatkan massa agar menyetop aksi pembakaran dan penjarahan.

Kerusuhan bermula sejak Senin lalu, dipimpin kelompok anak muda yang menamakan diri gerakan Gen Z.

Gelombang protes ini dengan cepat menjelma menjadi kemarahan nasional, apalagi setelah tindakan aparat menewaskan sedikitnya 19 orang.

Sejumlah gedung pemerintah, termasuk parlemen, hangus terbakar. Coretan di dinding parlemen berbunyi “lawan yang salah” menjadi simbol perlawanan kelompok muda tersebut.

 

(Ipl/EN)