
Patrolmedia – Pemerintah Venezuela tuding Amerika Serikat (AS) tengah melancarkan “perang yang tidak dideklarasikan” di kawasan Karibia.
Tuduhan ini muncul setelah Washington mengerahkan kapal perang dan melancarkan serangan terhadap kapal-kapal Venezuela yang dituding membawa narkoba dalam beberapa pekan terakhir.
Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, pada Jumat (19/9/2025) menyebut operasi militer AS itu telah menewaskan sejumlah orang tanpa melalui proses hukum.
“Ini adalah perang yang tidak dideklarasikan. Orang-orang, baik pengedar narkoba maupun bukan, dieksekusi di Laut Karibia tanpa hak pembelaan,” ujarnya saat melaporkan latihan militer yang digelar Venezuela sebagai respons atas ancaman tersebut, dikutip dari TRTWorld, Sabtu (20/9/2025).
Sehari sebelumnya, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan rencana melatih warga sipil di kawasan berpenghasilan rendah menggunakan senjata.
Menurut Maduro, langkah itu diperlukan menghadapi kemungkinan invasi AS yang dituduh ingin menggulingkan pemerintahannya.
As Kerahkan Militer dan Tentara Venezuela Latihan Perang
AS diketahui mengerahkan armada laut terbesar di Karibia dalam beberapa dekade terakhir, termasuk 7 kapal perang, kapal selam bertenaga nuklir, dan jet tempur F-35 di Puerto Riko.
Washington mengklaim operasi ini merupakan bagian dari perang melawan perdagangan narkoba.
Sementara itu, Venezuela meluncurkan latihan militer selama 3 hari di Pulau La Orchila, wilayah yang berdekatan dengan lokasi penyergapan kapal ikan Venezuela oleh pasukan AS akhir pekan lalu.
Presiden Donald Trump menyatakan pasukan AS telah “menjatuhkan” 3 kapal yang disebut sebagai pengangkut narkoba.
Namun, hingga kini Washington hanya merilis bukti video terkait 2 serangan yang menewaskan 14 orang.
Venezuela Tuding AS Ingin Curi Minyak
Maduro menilai operasi AS di Karibia bukan sekadar upaya memberantas narkoba, melainkan bagian dari rencana besar untuk menggulingkan pemerintahannya.
“Amerika Serikat sedang menyusun rencana kekaisaran untuk mengganti rezim dan memaksakan pemerintahan boneka demi mencuri minyak kita,” kata Maduro.
Ia menegaskan bahwa Caracas akan menggunakan haknya untuk mempertahankan diri jika terjadi agresi militer AS dilancarkan.
(Kml/Ft)






















