Delegasi dari Berbagai Negara Keluar Sidang Saat Netanyahu Berpidato di PBB

Netanyahu Berpidato di PBB
PM
Netanyahu Berpidato di PBB
Sebagaian besar bangku sidang umum PBB untuk delegasi negara-negara terlihat kosong disaat PM Israel Benjamin Netanyahu naik ke atas mimbar untuk berpidato, Jumat (26/9/2025). (Foto: Screenshot/United Nations Dan).

Patrolmedia, Jakarta – Berbagai delegasi dari negara yang hadir di Sidang Majelis Umum PBB kompak beramai-ramai keluar ruang sidang saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berpidato pada Jumat (26/9/2025).

Video: Detik-detik Delegasi dari Berbagai Negara Tinggalkan Sidang PBB Saat Netanyahu Pidato

Dilihat dari saluran kanal United Nations, terlihat para delegasi dan termasuk Indonesia keluar ruang sidang ketika Netanyahu sudah naik mimbar untuk berpidato.

Padahal, Netanyahu menjadi pemimpin negara yang pertama berpidato di sesi Majelis Umum PBB kali ini.

Dalam video terdengar Ketua sidang beberapa kali mengetuk palu dan meminta para peserta sidang kembali duduk di meja delegasi masing-masing.

Namun, mereka tak peduli atas peringatan itu dan tetap keluar meninggalkan sidang.

Terlihat percaya diri, Netanyahu berpidato di atas mimbar dengan kondisi ruangan yang mayoritas sudah kosong.

PM Israel itu tetap berpidato lebih kurang selama 40 menit di sidang PBB.

Meski sebagian besar delegasi negara keluar, masih ada sisa-sisa delegasi negara yang tetap berada di ruangan, termasuk delegasi Israel.

Sementara, sejumlah pendukung Netanyahu terdengar bertepuk tangan untuk meredakan situasi kecaman di ruang sidang Majelis Umum PBB.

Sedangkan, delegasi yang keluar sidang, berjalan sembari menyoraki Netanyahu yang berada di mimbar.

Belum jelas negara mana saja yang tetap berada di dalam ruangan kala Netanyahu berpidato.

Aksi keluar sidang itu merupakan bentuk kecaman dari negara-negara yang mengutuk agresi brutal Israel ke Jalur Gaza Palestina yang berlangsung hampir 2 tahun.

Kejahatan perang yang dilakukan Israel telah dicap PBB sebagai genosida yang menewaskan lebih dari 65 ribu warga sipil tak berdosa di Gaza.

 

(Iwn/EN)