Hamas Rilis Daftar 20 Sandera Israel yang Akan Dibebaskan, 7 Telah Diserahkan ke Palang Merah

20 sandera israel
Orang-orang memegang plakat berisi foto-foto sandera, di "Lapangan Sandera" di Tel Aviv, Israel, 11 Oktober 2025. (Foto: REUTERS/Ronen Zvulun)
20 sandera israel
Warga Israel memegang plakat berisi foto-foto sandera yang ditahan Hamas, di Tel Aviv, Israel, (11/10/2025). (Foto: REUTERS/Ronen Zvulun)

Patrolmedia, Gaza – Sayap militer Hamas merilis daftar nama sebanyak 20 sandera Israel yang akan dibebaskan dalam tahap pertama perjanjian gencatan senjata dengan Israel, pada Senin (13/10/2025).

Langkah ini menjadi bagian dari kesepakatan sementara yang difasilitasi mediator internasional untuk menekan eskalasi konflik di Jalur Gaza.

Berikut daftar nama 20 sandera Israel yang akan dibebaskan Hamas:

  1. Bar Abraham Kupershtein
  2. Evyatar David
  3. Yosef-Chaim Ohana
  4. Segev Kalfon
  5. Avinatan Or
  6. Elkana Bohbot
  7. Maxim Herkin
  8. Nimrod Cohen
  9. Matan Angrest
  10. Matan Zangauker
  11. Eitan Horn
  12. Eitan Abraham Mor
  13. Gali Berman
  14. Ziv Berman
  15. Omri Miran
  16. Alon Ohel
  17. Guy Gilboa-Dalal
  18. Rom Braslavski
  19. Ariel Cunio dan
  20. David Cunio

Hingga saat ini, militan Hamas Palestina telah membebaskan 7 sandera melalui Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Senin (13/10).

Dua pejabat Israel kepada CNN menyebut ketujuh sandera dibebaskan dalam keadaan hidup.

7 sandera ini merupakan kelompok pertama yang diserahkan Hamas di Gaza utara.

Hamas dan Israel sepakat menukar sandera dan tahanan mulai Senin ini. Pertukaran dilakukan usai kedua pihak setuju gencatan senjata yang berlaku efektif sejak Jumat (10/10).

Forum Sandera dan Keluarga Hilang menyebut sandera Isarel yang dibebaskan Hamas yaitu:

  1. Gali Berman
  2. Ziv Berman
  3. Eitan Abraham Mor
  4. Omri Miran
  5. Matan Kemarahan
  6. Alon Ohel
  7. Guy Gilboa-Dalal

Dalam pernyataannya, juru bicara Hamas menyebut pembebasan para sandera dilakukan sebagai tanda komitmen terhadap kesepakatan kemanusiaan yang telah dicapai.

Menurut laporan sejumlah media Timur Tengah, para sandera yang akan dibebaskan terdiri dari perempuan dan laki-laki yang sebelumnya ditahan di berbagai lokasi di Gaza sejak serangan bersenjata Hamas pada Oktober 2024 lalu.

Israel dikabarkan menyambut baik daftar tersebut dan tengah menyiapkan proses pemulangan dengan melibatkan Palang Merah Internasional (ICRC).

Sementara itu, otoritas Israel menegaskan bahwa tahap pertama gencatan senjata akan mencakup pertukaran tahanan, di mana Tel Aviv juga akan membebaskan sejumlah warga Palestina dari penjara-penjara Israel.

Pemerintah Israel menyebut langkah ini sebagai bagian dari “upaya kemanusiaan untuk membawa pulang warga yang disandera.”

Kesepakatan gencatan senjata tersebut diyakini sebagai hasil dari mediasi intensif Mesir dan Qatar, dengan dukungan diplomatik dari Amerika Serikat.

Para pengamat menilai, meski masih bersifat sementara, perjanjian ini menjadi peluang awal untuk membuka jalan menuju perundingan damai yang lebih luas antara kedua pihak.

 

 

(Ipl/Ft)