Berita  

Mulai 2026, Game di Indonesia Wajib Gunakan Sistem Rating Nasional

Penerapan Sistem Rating Usia Game di Indonesia Mulai 2026

Pemerintah Indonesia akan mewajibkan semua game yang beredar di negara ini untuk mencantumkan label klasifikasi usia resmi mulai Januari 2026. Aturan ini diterapkan melalui sistem Indonesia Game Rating System (IGRS), yang diawasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Tujuan utama dari penerapan IGRS adalah untuk melindungi pemain muda dan memperkuat industri game nasional.

Mekanisme Verifikasi dan Tanggung Jawab Pengembang

Sistem rating nasional ini pertama kali diperkenalkan dalam acara Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 di Bali. Menurut Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, klasifikasi usia dalam IGRS terdiri dari lima kategori, yaitu 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+. Label tersebut harus dicantumkan dengan jelas baik di dalam game maupun pada laman distribusi resminya.

Pengembang game diwajibkan melakukan self-assessment terlebih dahulu untuk menilai tingkat kesesuaian usia berdasarkan konten yang mereka tampilkan. Setelah itu, hasil penilaian tersebut akan diverifikasi oleh Komdigi. Jika ditemukan pelanggaran, seperti pemberian rating yang tidak sesuai dengan isi game, Komdigi akan mengambil tindakan tegas, termasuk penyesuaian rating secara paksa atau penarikan game dari peredaran.

“Kalau ada yang ketahuan menyalahi aturan, kita akan naikkan rating-nya atau bahkan take down game-nya,” tegas Edwin saat diwawancarai di acara IGDX di Bali, Sabtu (11/10/2025).

Peran Orang Tua dan Kepentingan Industri Game

Edwin menegaskan bahwa aturan ini tidak hanya menekankan tanggung jawab pengembang, tetapi juga menyerukan peran orangtua agar tidak membantu anak-anak mengakses game yang tidak sesuai usia. Dengan adanya sistem ini, orang tua dapat lebih tenang karena anak-anak mereka terhindar dari konten-konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa penerapan IGRS menjadi tonggak penting untuk memberikan rasa aman bagi orangtua dan pemain muda. Selain itu, sistem rating ini akan mendukung industri game di Indonesia agar lebih sehat dan bertanggung jawab.

“Sistem rating ini akan mendukung industri game di Indonesia. Selain itu, orangtua juga bisa lebih tenang. Anak-anak bisa terhindar dari konten-konten yang tidak sesuai dengan usia mereka,” ujar Meutya di sela-sela acara IGDX.

Indonesia Jadi Negara Pertama di Asia Tenggara

Meutya juga menegaskan bahwa Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki sistem rating game mandiri dengan verifikasi resmi pemerintah. Dengan diberlakukannya IGRS pada 2026, diharapkan setiap pengembang, baik lokal maupun internasional, menyesuaikan distribusi kontennya dengan aturan baru tersebut agar ekosistem game nasional tetap aman dan ramah bagi semua kalangan.

Langkah Menuju Industri Game yang Lebih Sehat

Dengan adanya IGRS, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi para pemain game, terutama anak-anak. Sistem ini juga diharapkan menjadi contoh bagi negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara dalam menerapkan regulasi yang ketat terhadap konten game.

Selain itu, kebijakan ini juga akan memperkuat posisi industri game Indonesia di pasar global. Dengan standar yang jelas dan terverifikasi, pengembang lokal maupun internasional akan lebih mudah menyesuaikan diri dan membangun kepercayaan konsumen.

Kesimpulan

Penerapan IGRS merupakan langkah penting dalam menjaga kesejahteraan pemain muda dan memastikan industri game berkembang secara bertanggung jawab. Dengan sistem yang transparan dan terstruktur, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh pemain game di Indonesia.