Patrolmedia, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut Presiden Prabowo Subianto berencana membuka peluang bagi atlet berprestasi menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun bergabung dengan TNI atau Polri.
Hal itu disampaikannya usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 25 November 2025.
“Jadi atlet-atlet yang memang berprestasi bisa juga diberi kesempatan, apakah masuk menjadi ASN atau TNI Polri. Nanti kita coba karirnya,” kata Erick, dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden.
Atlet yang menunjukkan prestasi tinggi akan diberikan kesempatan mengikuti jalur khusus, termasuk penyiapan jenjang karier yang tengah disusun bersama kementerian dan lembaga terkait.
Disamping itu, Erick menyebut bahwa Presiden Prabowo berkomitmen untuk menempatkan kesejahteraan atlet sebagai prioritas utama dalam pembangunan olahraga nasional.
Erick menyebut ada 3 instruksi langsung yang diminta Prabowo untuk segera ditindaklanjuti.
“Bapak Presiden ingin memastikan kesejahteraan atlet menjadi prioritas. Ada tiga hal yang beliau minta saya tindak lanjuti,” kata Erick.
Instruksi pertama adalah penataan ulang skema beasiswa atlet melalui LPDP, termasuk mekanisme alokasi yang lebih tepat sasaran.
Selain itu, Presiden juga meminta dilakukan review menyeluruh terhadap pemberian bonus untuk atlet peraih prestasi di ajang SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.
Besaran bonus masih akan dibahas bersama Kementerian Keuangan karena menyangkut rencana anggaran jangka panjang negara.
“Yang ini angkanya belum boleh, karena saya mesti konsultasi dulu dengan kemenkeu. Karena ini kan kita mesti bikin rencana besar daripada anggaran negara,” kata Erick.
Instruksi ketiga, lanjutnya, Presiden memutuskan Indonesia akan memiliki payung hukum baru untuk fokus pada 21 cabang olahraga prioritas menuju Olimpiade.
SEA Games dan Asian Games nantinya dijadikan sasaran antara untuk mengukur progres pembinaan.
“Kita benar-benar harus efisien dan tepat sasaran. Pengiriman atlet nanti tidak boleh coba-coba lagi, tapi berdasarkan target yang jelas dari setiap cabor,” ujar Erick.
Tak hanya soal prestasi, Presiden juga menekankan pentingnya jenjang pendidikan dan fasilitas pelatihan modern untuk mendukung karier atlet sejak usia dini.
Pemerintah akan membangun pusat olahraga nasional lengkap dengan akademi olahraga, sehingga atlet muda tidak harus mengorbankan pendidikan saat menjalani pelatihan intensif.
“Para atlet muda usia 12 tahun jangan sampai putus sekolah. Pendidikan dan latihan harus berjalan seimbang sampai jenjang karier berikutnya,” kata Erick.
Sebagai bagian dari rencana besar ini, Presiden telah menyiapkan lahan seluas 300 hektar untuk pembangunan kawasan olahraga terpadu.
Lokasi masih dirahasiakan karena masih dalam proses administrasi. Pusat pelatihan tersebut akan dilengkapi asrama, fasilitas latihan modern, dan layanan kesehatan terbaik.
“Pak Presiden ingin memastikan atlet kita mendapatkan fasilitas terbaik,” katanya.
(Iwn/Ft)






















