Patrolmedia, Batam – Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda, buka suara soal dinamika internal Partai Golkar Batam terkait pengisian kursi Wakil Ketua III DPRD Kota Batam.
Jabatan itu kosong setelah Hendra Asman menyampaikan surat pengunduran dirinya.
Muhammad Yunus Muda mengungkapkan bahwa pada Senin, 24 November 2025, DPD Partai Golkar Kota Batam menggelar rapat pleno khusus untuk membahas pengunduran diri Hendra Asman sebagai Wakil Ketua III DPRD Batam.
Dalam pleno itu, proses pembahasan berjalan singkat dan langsung mengarah pada pencarian sosok pengganti.
“Jadi DPD Partai Golkar Kota Batam melakukan rapat pleno dengan menerima surat pengunduran diri saudara Hendra Asman sebagai Wakil Ketua 3 DPRD Kota Batam,” kata Yunus saat reses di RT 05 Kavling Pelangi, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, pleno itu akhirnya mengusulkan namanya sebagai kandidat kuat untuk mengisi kekosongan posisi Wakil Ketua III DPRD Batam.
Ia menyebut keputusan itu merupakan hasil pertimbangan struktur dan rekam jejak politik Yunus yang sudah dijalankannya selama bertahun-tahun.
“Pertimbangannya ada tiga. Pertama, saya saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Batam. Kedua, secara senioritas, saya sudah 4 periode duduk di DPRD. Ketiga, saya mendapat perolehan suara terbesar di Dapil 2,” terang Yunus.
Ia mengatakan, ketiga poin itu membuat kader Golkar sepakat mengusung namanya. Namun, ia mengingatkan bahwa proses pengusulan belum langsung bersifat final, lantaran masih harus melewati mekanisme partai di tingkat provinsi dan pusat.
Usulan tersebut, kata dia, akan diteruskan ke DPD I Partai Golkar Kepulauan Riau (Kepri) untuk kemudian dikirimkan ke DPP Partai Golkar.
Keputusan resmi baru dapat terbit setelah tingkat pusat menandatangani rekomendasi.
Dalam rapat pleno dihadiri Bendahara DPD I Partai Golkar Kepri, Asmin Patros yang bertugas mewakili struktur provinsi sekaligus menerima secara resmi pengunduran diri Hendra Asman.
Kehadiran perwakilan provinsi disebut memperkuat legalitas proses pengusulan.
Yunus mengaku bersyukur proses pleno berjalan lancar. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader Golkar, khususnya di daerah pemilihannya, Dapil 2 dan termasuk Kavling Pelangi yang selama ini memberikan dukungan politik kepadanya.
Ia berharap pada reses berikutnya dirinya sudah dapat hadir kembali ke tengah masyarakat dengan status baru sebagai Wakil Ketua DPRD Batam.
“Jadi mudah-mudahan dan berkat doa, saudara-saudara kami, khususnya DAPIL 2, termasuk Kavling Pelangi, mudah-mudahan nanti reses berikutnya, kita hadir sini,” ujarnya.
Meski begitu, ia tetap menunggu hasil final dari Dewan Pimpinan Pusat.
Yunus menilai dinamika pergantian jabatan seperti ini merupakan hal biasa di dunia politik.
Menurutnya, mutasi jabatan dalam struktur lembaga ataupun partai bagian dari perjalanan politik setiap kader.
“Dinamika politik itu biasa. Peralihan seperti ini bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan,” ujarnya. Namun ia tak menampik bahwa sejak kabar pleno tersebut beredar, dirinya menjadi sorotan publik.
Ia menyebut banyak pihak yang menanyakan kabar pengusulan dirinya, baik di kegiatan resmi maupun saat ia turun ke lapangan.
“Hari ini saya viral di mana-mana ditanya soal jabatan itu,” katanya sambil tersenyum.
Meski begitu, Yunus menegaskan bahwa fokus utamanya tetap bekerja untuk masyarakat.
Ia berharap dukungan publik dan internal partai tetap mengalir agar proses pengusulan berjalan mulus hingga keputusan final dikeluarkan oleh DPP Golkar. (Erwin)





















