Berita  

KSPSI Minta Pemerintah Tangani Warga Terdampak Banjir dengan Cepat

Peran dan Kepedulian Masyarakat dalam Penanganan Bencana

Bencana alam yang terjadi akibat hujan deras telah menimbulkan banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah di Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Aceh. Dampak bencana ini sangat parah, terutama bagi masyarakat di daerah seperti Sibolga, Tapanuli Tengah, Nias, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Medan, dan Kota Padang. Akibatnya, listrik padam, jaringan komunikasi terputus, serta beberapa akses jalan utama dan alternatif lumpuh.

Wakil Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Arnod Sihite, menyampaikan harapan bahwa pemerintah pusat dapat segera hadir untuk memastikan semua warga yang terdampak dapat tertangani dengan cepat. Ia juga mengajak masyarakat dan pemerintah pusat bekerja sama dalam upaya pengerahan bantuan darurat yang lebih besar. Hal ini penting agar kondisi korban tidak semakin memburuk dan masyarakat tidak merasa dibiarkan menunggu tanpa kepastian.

Arnod menjelaskan bahwa bantuan yang diperlukan mencakup penambahan lokasi pengungsian layak dan aman, distribusi makanan siap saji, obat-obatan, serta kebutuhan seperti genset darurat untuk penerangan. Selain itu, diperlukan pembukaan akses jalan yang tertutup longsor, mobilisasi tim kesehatan, dan dapur umum. Ia juga menyoroti bahwa lumpuhnya akses jalur darat membuat upaya penanganan oleh pemerintah daerah sangat terhambat, sementara distribusi bantuan melalui jalur udara juga memiliki keterbatasan.

Dia hanya mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan ancaman bencana susulan memerlukan tindakan cepat, terarah, dan menyeluruh agar keselamatan warga tetap terjaga. Ia berharap semua pihak dapat bergotong royong, membuka diri, dan saling menolong saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Upaya Pemerintah dan TNI dalam Penanganan Bencana

TNI telah mengerahkan lebih dari 4 ribu prajurit serta ribuan paket ransum khusus prajurit TNI (Naraga) untuk membantu penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang kini melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan tersebut diangkut dengan tiga pesawat C-130 Hercules dan satu A400M yang diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Jumat (28/11/2025) pagi.

Bantuan yang diangkut mencakup peralatan kritis untuk mendukung operasi penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan pengungsi, antara lain:
* 3.000 paket Naraga
* 10.000 Eprokal
* 1.200 Food Family
* 2.000 kardus mi instan
* 2.000 kardus Pop Mie
* 100 genset
* 100 perangkat Starlink
* 64 LCR
* 150 tenda
* Dua unit kompresor

Selain itu, TNI juga memberangkatkan 3 tim kesehatan Puskesad yang masing-masing terdiri dari 10 personel, termasuk 2 dokter, 3 bakes, 5 takes lengkap beserta peralatan dan obat-obatan untuk memperkuat layanan darurat. Seluruh bantuan ditujukan pada tiga sasaran utama yakni Aceh (Lhokseumawe), Sumatra Utara (Sibolga dan Silangit), dan Sumatra Barat melalui Bandara Minangkabau.

Untuk memperkuat dukungan udara, TNI menyiapkan 5 pesawat angkut fix wing, yaitu 3 C-130 Hercules, satu A400M, dan satu Boeing 737 Camar. Selain itu, 9 helikopter lintas matra seperti empat Caracal TNI AU, satu Mi-17 dan satu Bell 412 TNI AD, dua Panther TNI AL, serta satu Dolphin BNPP.

Sementara itu, TNI AL menyiapkan 4 KRI, yaitu KRI Suharso-990, KRI Semarang-594, KRI Teluk Banten-516, dan KRI Teluk Gilimanuk-531 untuk mendukung pendistribusian bantuan melalui rute laut. Distribusi bantuan dilakukan melalui tiga Kodam sesuai wilayah terdampak: Kodam IM di Aceh, Kodam I/BB di Sumatra Utara, dan Kodam XX/TIB di Sumatra Barat.

Unsur Zeni TNI dan Kementerian PUPR terus berupaya membuka jalur-jalur yang terputus akibat longsor dan banjir. Operasi modifikasi cuaca juga mulai digelar untuk menurunkan intensitas hujan serta mempercepat distribusi bantuan. Dengan pengiriman bantuan besar-besaran ini, TNI menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan penanganan bencana nasional. Komando operasi penanggulangan dilaksanakan oleh Pangkogabwilhan I sebagai pengendali Gulbencal (penanggulangan bencana alam) TNI.