
mengendalikan kerumunan saat kendaraan Palang Merah bermanuver untuk mengumpulkan sandera Israel yang akan dibebaskan berdasarkan perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di Kota Gaza, Minggu, 19 Januari 2025. (Foto AP/Abed Hajjar)
Patrolmedia -:- Hamas bersedia bebaskan 5 sandera Israel dengan imbalan gencatan senjata yang dimulai saat hari raya Idul Fitri 1446 hijriah.
“Bola sekarang ada di tangan pemerintah Israel dan Amerika,” kata pejabat Mesir kepada kantor berita Qatar New Arab, Sabtu (29/3/25).
Jika gencatan itu benar berlaku, Hamas akan membebaskan sandera Edan Alexander warga AS-Israel berdasarkan kesepakatan potensial, dengan Amerika Serikat dan Qatar yang terlibat secara intensif dalam perjanjian tersebut.
Idul Fitri dimulai pada hari Minggu (30/3/25) dan berakhir pada hari Rabu (2/4/25).
Dari negosiasi tersebut, kantor berita Al-Akhbar di Lebanon melaporkan proposal Mesir tersebut mencakup gencatan senjata sementara selama 50 hari.
Dalam gencatan senjata ini, Hamas bersedia bebaskan sandera Israel berjumlah 5 orang.
Sebaliknya, Israel juga akan membebaskan sejumlah tahanan Palestina.
Kemudian, secara bersamaan bantuan kemanusiaan akan diaktifikan kembali. Bantuan akan masuk ke Gaza dengan jumlah yang memadai mencapup makanan, pasokan medis, dan kebutuhan dasar untuk bantuan sipil.
Media berita Israel, KAN melaporkan para juru penengah melihat kesediaan di antara para pejabat senior Hamas untuk membebaskan sejumlah sandera demi mewujudkan gencatan senjata saat hari raya Idul Fitri 2025.
Editor: Fatmi Rahim






















