
Patrolmedia -:- Israel serang Gaza di hari pertama perayaan Idul Fitri 1446 hijriah yang menewaskan 10 warga sipil di Gaza Selatan pada Minggu (30/3/25).
Israel serang Gaza dengan menargetkan sebuah tenda dan rumah yang menampung orang-orang terlantar di Gaza Selatan.
Dari 10 yang tewas, termasuk anak-anak warga Palestina yang keluarganya tengah merayakan hari pertama Idul Fitri.
Kepada CNN, Direktur Pertahanan Sipil Khan Younis Yamen Abu Suleiman mengatakan, 20 orang terluka dalam serangan Israel di daerah Al-Mawasi.
Sebuah rumah sakit setempat mengonfirmasi 5 anak meninggal dunia akibat serangan keji Zionis Israel.
Beredar video beberapa anak korban mengenakan baju baru lebaran. Dalam tradisi Timur Tengah, anak-anak mengenakan pakaian baru untuk merayakan hari raya selama 3 hari.
Kesedihan dan penderitaan yang tak kunjung selesai melanda warga Palestina di jalur Gaza.
Mereka yang merayakan hari pertama Idul Fitri tahun ini malah di gempur pasukan Israel di tengah terhentinya pasokan bantuan kemanusiaan.
“Setiap tahun, saya biasa membuat kue Idul Fitri untuk anak-anak saya,” kata seorang perempuan pengungsi, Ameneh Shaqla, sepertu dilansir CNN.
“Namun karena situasi saat ini dan mahalnya segala sesuatu, saya hanya bisa menyiapkan 1 Kg, hanya untuk memberi mereka sedikit kebahagiaan agar mereka tidak bersedih karena perang,” ucapnya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk terus meningkatkan operasi militer barunya sejak hari pertama Idul Fitri di Gaza sampai kedepannya.
Hal itu dilakukan untuk menekan Hamas agar lebih banyak membebaskan sandera Israel.
“Ini berhasil, karena beroperasi secara simultan: di satu sisi, ia menghancurkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas dan di sisi lain, ia (Hamas) menciptakan kondisi untuk pembebasan sandera kami. Inilah yang sedang kami lakukan,” kata Netanyahu dalam sebuah pertemuan pemerintah.






















